3/31/2008

Saat pulang kerja badan cape, muka kusut, perut lapar. Nah, 'aksi' apa yg paling asyik dilakukan?

Buatku, yg paling asyik adalah PESTA PASTA, menikmati pasta buatan Wify. Ada spageti dan makaroni. Nyam nyaaaammmmm.....ngiler

Posted on Monday, March 31, 2008 by M Fahmi Aulia

1 comment

3/30/2008

Belakangan ini, aku punya kegiatan baru, yakni mengamati dan membaca komentar2. Komentar2 yg aku maksud adalah komentar dari pengunjung www.kompas.com dan www.detik.com.

Seperti diketahui bersama, saat ini, Kompas dan Detik sudah menyediakan sarana memberikan komentar terhadap satu artikel/berita. Nah, dengan segala 'keanehan' yg dimiliki orang Indonesia, terbayang kan betapa 'ancurnya' komentar2 yg ditulis di sana?

Sebagai contoh, aku ambil 2 sampel dari Kompas dan Detik. Wah, benar2 membuat kita tertawa terbahak-bahak...terutama jika sudah menyangkut sang pakar.ngakak

Melihat komentar2 yg ditulis, rasa2nya masih 'barbar' juga ya bangsa Indonesia ini, karena masih seenaknya berkomentar...alias saat berkomentar tidak menjaga etika. Duh, jadi pada katro begini ya?malu kamu, maluuuu...

Posted on Sunday, March 30, 2008 by M Fahmi Aulia

3 comments

3/29/2008

Melihat kesuksesan film Ayat-ayat Cinta, yg begitu melegenda dan menjadi sensasi, aku melihatnya sebagai hal yg biasa. Eitsss...bukan karena aku iri, karena hingga kini aku masih belum nonton AAC, tapi karena aku melihat kesuksesan AAC karena berhasil mendobrak tema film nasional.

Lho, memangnya kenapa dg tema film nasional?auk ah!

Jika anda cukup teliti, serta cukup jadul, anda akan melihat bahwa tema film2 nasional belakangan ini mirip sekali dengan tema film nasional di era 80an, yakni tidak jauh dari SEKS DAN MISTIK!

Silakan anda hitung, si Pocong sudah berapa kali muncul di bioskop serta dengan berapa tema sudah dia maiankan? Belum lagi hantu2 gentayangan lain, yg jelas2 isi filmnya TIDAK BERMUTU SAMA SEKALI! Di sisi lain, film dg tema sex tidak kalah gencar muncul, dengan berbagai kemasan. Beberapa film tema sex yg sempat aku tonton adalah Radit dan Jani serta eXtra Large.

Tidak heran jika saat AAC muncul, langsung disambut hangat. Selain memang mempunyai cerita yg memang ok punya, laris manisnya novel AAC juga menunjang kesuksesan film AAC, serta buruknya tema film2 nasional ini.

Nampaknya para sineas muda Indonesia terpengaruh dg film2 yg pernah mereka tonton saat mereka kecil ya? Akibatnya mereka berusaha membangkitkan lagi tema2 film yg mereka tonton, dg tidak ada (atau sedikit sekali) niat mereka untuk mencerdaskan masyarakat.geleng2

Nampaknya memang tidak ada sesuatu yg bisa diharapkan dari film2 nasional Indonesia.

Posted on Saturday, March 29, 2008 by M Fahmi Aulia

3 comments

3/28/2008

Jika anda penggemar taksi Blue Bird, anda akan menemukan di sisi kiri dan kanan, sebuah stiker seperti yg terlihat pada gambar di sebelah kiri ini. Di sana tertulis Cancellation Fee Rp 5000. Diterjemahkan secara bebas, ongkos pembatalan sebesar 5 ribu rupiah.

Apa sih yg dimaksud dg ongkos pembatalan ini?

Jadi begini, apabila anda memesan taksi Blue Bird via telepon, seperti yg tertulis pada stiker di atas, maka ada 2 persyaratan minimum yg mesti dipenuhi:
1. Ongkos minimal sebesar Rp 25 ribu.
Dengan kata lain, jika jarak yg anda tempuh (bersama Blue Bird) ternyata hanya membuat argo berlari hingga angka Rp 20 ribu, anda tetap MESTI membayar Rp 25 ribu.
2. Ongkos pembatalan Rp 5 ribu.
Jika anda sudah memesan layanan taksi, kemudian membatalkannya, maka anda dikenai biaya batal sebesar Rp 5 ribu.

Aku ada pengalaman menarik dengan 2 hal ini.

Satu waktu, aku memesan taksi Blue Bird, untuk tujuan dari rumah, sekitar Kalibata ke daerah Simatupang, ternyata argo menunjukkan angka Rp 18 ribu sekian. Saat aku berikan uang Rp 20 ribu, ternyata pak sopir menegurku. Dia memberitahuku bahwa aku mesti membayar Rp 25 ribu, karena aku memesan Blue Bird melalui telpon.

Di lain waktu, aku konfirmasi hal ini dengan sopir Blue Bird lain. Dia juga mengamini tindakan temannya itu. Jadi, bila kita mencegat taksi Blue Bird di jalan, kita tidak akan dikenai ongkos minimum. Sementara jika kita memesan via phone, akan dikenai ongkos minimum.

Aku tidak tahu persis, apakah hal ini berlaku juga untuk jenis taksi Blue Bird lain, seperti Silver Bird atau Limosine.melet

Sementara untuk poin 2, aku alami hal yg unik.

Jadi, satu waktu aku pesan Blue Bird via phone untuk pergi ke daerah Senayan. Ternyata hingga 15 menit berlalu, tidak ada konfirmasi atau tanda2 si taksi datang ke kediamanku. Berhubung aku tidak boleh terlambat, sementara kedatangan taksi tidak bisa diperkirakan, aku segera pergi ke jalan Mampang, dan mencegat taksi lain. (Red Banzai tidak ikut serta, karena sesuatu dan lain hal)

Saat aku hendak sampai tujuan, aku ditelp oleh pihak Blue Bird. Mereka konfirmasi ttg kedatangan taksi Blue Bird di kediamanku. Aku katakan bahwa karena kelamaan, akhirnya pakai taksi. Ketika mereka tanya, apakah aku telp ulang Blue Bird untuk pembatalan...DEG...aku baru ingat bahwa aku tidak menelpon pembatalan pemesanan.

Selanjutnya pihak Blue Bird menyatakan bahwa aku terkena ongkos batal Rp 5000. Ok, aku sanggupi untuk membayarnya. Namun, hingga kini, aku belum membayarnya karena aku tidak tahu kepada siapa uang Rp 5000 ini aku serahkan?

Dalam kesempatan lain, aku sempat berbincang dengan sopir Blue Bird yg lain. Dia menjelaskan bahwa uang pembatalan itu mesti diberikan kepada sopir yg datang. Dalam kasusku, aku mestinya memberikan kepada sopir A (katakan demikian), karena aku membatalkan pesanan taksi. Ketika aku jelaskan bahwa saat pembatalan itu aku sudah di taksi lain dan sudah hampir tiba di tujuan, pak sopir ketawa. "Ya sudah, Mas, ga perlu dipusingkan. Toh, uang Rp 5000 itu sebenarnya hanya 'formalitas' saja. Sekarang Mas mau kasih ke kantor Blue Bird, masa iya masa hanya untuk urusan Rp 5000 mesti ke kantor. Sementara jika hendak diberikan ke sopir, toh Mas tidak tahu siapa sopirnya."

Aku terdiam saja mendengar penjelasan pak sopir. Memang, nominalnya tidaklah besar, Rp 5000, namun beban moral tetap saja aku sandang. Namun betul juga, jika aku ke kantor Blue Bird, apakah 'sebanding' dg uang 'hanya' Rp 5000?

Daripada pusing2, akhirnya aku ambil solusi 'tengah'. Uang Rp 5000 aku sumbangkan dan minta keikhlasan pada sopir taksi Blue Bird (siapapun dia) dan jika ada waktu cukup luang, aku sempatkan ke kantor Blue Bird untuk bayar Rp 5000 ini.

Case closed tho?!ngakak

Anda sendiri punya pengalaman dg kedua poin di atas?

Posted on Friday, March 28, 2008 by M Fahmi Aulia

4 comments

Bagi yg penasaran, bisa berkunjung ke sini.
Sementara untuk detail, baca saja dokumennya.

Ada di sini.

Posted on Friday, March 28, 2008 by M Fahmi Aulia

No comments

Oleh S. SAHALA TUA SARAGIH

PEMIMPIN perguruan tinggi (PT) yang tergolong sangat pintar di negeri ini pastilah banyak, baik yang berstatus rektor, ketua, direktur, maupun yang berstatus dekan, ketua jurusan atau apa pun sebutannya. Akan tetapi, pemimpin PT yang tergolong sangat cerdas (dalam arti luas) pastilah langka sekali. Di antara yang sangat langka itu tersebutlah Rektor Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, yang baru, Prof. Dr. Gumilar Rusliwa Somantri.

Panggilan akrabnya Unang. Usianya masih sangat belia. Unang menjadi pemimpin (rektor) termuda universitas tertua tersebut. Guru besar sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI itu lahir di Desa Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 11 Maret 1963. Selama ini, jabatan Rektor UI didominasi dosen Fakultas Kedokteran (FK). Unang merupakan orang ketiga yang bukan dosen FK yang berhasil meraih kedudukan yang sangat penting itu.

Memangnya apa sih kehebatan Unang? Secerdas apakah dia? Mengapa kita menganjurkan para pemimpin PT di negeri ini untuk berguru kepadanya? Apakah bahan kampanyenya yang sangat memukau Majelis Wali Amanah (MWA) UI dapat dijadikan jaminan bahwa ia pasti berhasil memimpim UI, sehingga para pemimpin PT kita harus atau patut berguru kepadanya?

Kita yakin, mayoritas (25 dari 30 orang) anggota MWA UI memilihnya jadi Rektor UI untuk periode 2007-2012, pastilah bukan karena kepiawaiannya "berjualan kecap Nomor 1" seperti yang biasa dilakukan para pemimpin partai politik pada masa kampanye pemilihan umum. Niscayalah, para anggota MWA UI jauh lebih percaya kepada apa yang telah diperbuatnya secara konkret selama memimpin FISIP UI ketimbang janji-janjinya sewaktu "kampanye" calon rektor.

Unang jadi Dekan FISIP UI periode 2002-2006. Karena dianggap sukses, lalu dipilih lagi untuk masa bakti 2006-2010. Akan tetapi, baru lebih setahun memegang jabatan tersebut (periode kedua) ayah tiga anak itu sudah "naik kelas", menjadi rektor. Sungguh hebat. Apa sih yang telah diperbuatnya selama lima tahun memimpin FISIP UI?

Yang pertama dan terutama pastilah perbaikan pendapatan atau kesejahteraan para dosen. Selain tetap menerima gaji sebagai pegawai negeri sipil (PNS), tiap dosen tetap FISIP UI menerima gaji (tambahan) rata-rata Rp 9 (sembilan) juta per bulan (Pikiran Rakyat, 23-7-2007).

Sang dekan tidak memperkaya para pejabat saja. Kalau mau tahu caranya, dari mana sumber uang tersebut, tanyakan saja langsung kepada yang bersangkutan! Yang pasti, meskipun sosiolog, dia wiraswastawan ulung. Ia pintar menjual potensi yang dimiliki FISIP UI. Ia pintar menjual jasa, termasuk jasa parkir kendaraan dan berbagai unit usaha lainnya.

Kalau satu fakultas saja pun ternyata sudah mampu menghasilkan banyak uang, apalagi kalau semua fakultas, terlebih lagi bila berbagai fakultas bersatu atau bersinergi. Satu hal penting yang dan perlu kita catat, pendapatan utama fakultas yang dipimpinnya pastilah bukan "berjualan kursi" kepada para mahasiswa baru dengan harga yang sangat mahal. Ia juga tidak "mengobral" fakultasnya, misalnya, menerima banyak sekali mahasiswa melalui jalur khusus atau nir-SPMB, sehingga diraup uang dalam jumlah yang sangat besar.

Mungkin Unang berpikir, kalau cuma "berjualan kursi" sih siapa pun bisa jadi dekan atau rektor. Doktor sosiologi (lulusan) Fakultas Sosiologi Universitas Bielefeld Jerman itu tahu betul, kunci utama dalam memajukan kualitas lulusan PT, serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), adalah para dosen tetap, dosen profesional, bukan dosen luar biasa, apalagi dosen "biasa di luar".

Kita jangan bermimpi mutu para sarjana tinggi, bila para dosen masih tetap melarat. Jangan berharap para dosen sempat mengembangkan iptek serta meningkatkan kualitas lulusan PT, bila mereka masih sangat sibuk "mengobjek" ke sana ke mari sekadar memenuhi berbagai kebutuhan pokok mereka sebagai dosen.

Siapa pun tahu, gaji dosen yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) pastilah jauh dari memadai. Tak usah dibandingkan dengan gaji mereka yang mengaku "wakil rakyat" (baca: DPR). Tiap bulan anggota DPR menerima kurang-lebih Rp 50 juta. Tak perlu pula kita membandingkannya dengan gaji para "wakil rakyat" di daerah (DPRD) tingkat provinsi atau kota/kabupaten yang jumlahnya kurang-lebih Rp 15 juta/bulan. Padahal, sebagian anggota DPR/DPRD cuma lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (semoga tak ada yang berijazah palsu atau "asli tapi palsu").

Berapa gaji dosen berjabatan guru besar, bergelar doktor, berstatus PNS, dan sudah bekerja 25 tahun di perguruan tinggi negeri (PTN)? Jumlahnya Rp 3 (tiga) juta saja per bulan. Sungguh tak manusiawi dan rasional. Tentu tak ada orang yang tega berkata dengan sinis, siapa suruh jadi dosen? Siapa suruh jadi PNS?

Ambisi besar
Dalam soal peringkat PT di tingkat internasional, Unang rupanya memiliki obsesi dan ambisi besar. Paling lambat tahun 2012 UI sudah masuk lima besar di tingkat Asia Tenggara, sepuluh besar di tingkat Asia, dan seratus besar di tingkat dunia atau sejagat. Beberapa di antara 3.000 dosen UI diharapkan pula mampu berhasil meraih hadiah Nobel di bidang fisika, ekonomi, sastra, dan lain-lain (Republika, 29/7).

Obsesi besar rektor ini hanya mungkin terwujud bila semua dosen UI sudah hidup sejahtera, sehingga mereka dapat bekerja dengan benar-benar profesional. Mereka tak perlu lagi sibuk terus mencari objekan kelas kakap di departemen-departemen, perusahaan-perusahaan besar dan kaya.

Ketika memimpin FISIP UI, Unang juga merangsang para dosen untuk menulis dan menerbitkan buku teks (ajar). Insentif atau perangsangnya cukup besar, kurang-lebih Rp 10 juta per judul buku. Para dosen yang menulis artikel opini di media cetak dan jurnal-jurnal ilmiah juga diberi honorarium.

Keberhasilannya menghijaukan kampus FISIP UI, kini dilanjutkannya di semua fakultas di lingkungan UI yang berdomisili di Depok. Program awalnya sebagai Rektor dalam 100 hari pertama (Agustus-November 2007) adalah penghijauan kampus dan program naik sepeda. Semua dosen dan mahasiswa wajib naik sepeda dari tempat parkir kendaraan/terminal kendaraan umum ke gedung kuliah masing-masing.

Kampus UI pun akan dijadikan tempat belajar biologi (tumbuh-tumbuhan) yang terbuka untuk umum. Selain itu, kampus UI juga akan dijadikan objek wisata lingkungan bagi umum (Kompas, 21/8). Obsesi besar lainnya adalah mengembalikan UI menjadi kampus seluruh rakyat Indonesia. Sudah terlalu lama UI (juga PTN-PTN besar lainnya di Pulau Jawa) didominasi para lulusan SMA Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan kota-kota besar lain (terutama di Pulau Jawa). Hampir semuanya mereka berasal dari keluarga kelas sosial-ekonomi menengah dan atas.

Dahulu (1970-an dan sebelumnya) UI dan PTN-PTN unggulan lainnya di Pulau Jawa merupakan tempat belajar bagi lulusan SMA dari hampir semua Kabupaten/Kotamadya di Tanah Air, termasuk yang berasal dari keluarga kelas sosial-ekonomi bawah (miskin) dari desa-desa atau daerah-daerah pedalaman. Di bawah kepemimpinannya, UI akan kembali menjadi tempat menimba ilmu bagi siapa pun, termasuk anak-anak muda dari daerah pedalaman, asal memiliki potensi akademik yang memadai. Orang-orang miskin boleh kuliah gratis dan memeroleh biaya hidup pula dari UI, atau mereka boleh kuliah sambil bekerja (dengan upah yang layak) di unit-unit usaha milik UI, atau mereka memperoleh kredit (mungkin tanpa bunga) yang baru dicicil lima tahun setelah tamat.

Para siswa SMA yang pernah berhasil meraih medali di olimpiade ilmu pengetahuan di tingkat internasional, seperti olimpiade matematika, fisika, komputer, akan ditarik menjadi mahasiswa UI tanpa seleksi. Mereka juga akan diberi beasiswa dalam jumlah yang memadai. Mereka diharapkan ikut mendongkrak peringkat UI di tingkat Asia Tenggara, Asia, dan sejagat. Intinya, para pemimpin PT di negeri ini dengan rendah hati memang patut berguru kepada Rektor baru UI.

Kita berharap, tiap pemimpin PT di semua tingkatan harus berambisi besar untuk memajukan PT/fakultas/ jurusan yang dipimpinnya. Pemimpin PT haruslah berjiwa dan bersikap wiraswasta, jujur, bersih, disiplin dalam segala hal, anti-KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme), mengutamakan/ mendahulukan kesejahteraan dosen (kemudian kesejahteraan karyawan dan mahasiswa), berpihak kepada kaum miskin yang berpotensi menimba ilmu di PT.

Selain itu, dia berambisi besar untuk menghasilkan lulusan yang bermutu tinggi (jauh lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas lulusan) serta mengembangkan iptek, memiliki kemampuan besar di bidang kepemimpinan dan manajemen, mampu berkomunikasi dengan baik kepada semua lapisan warga akademik dan para pemangku kepentingan PT di luar kampus. Kita percaya benar, hanya pemimpin yang mau terus bergurulah yang mampu membawa PT yang dipimpinnya ke jenjang terhormat.** *

Penulis, dosen Jurusan Jurnalistik Fikom Unpad.

Posted on Friday, March 28, 2008 by M Fahmi Aulia

No comments

3/27/2008

Sudah lebih dari 2 tahun, hampir 3 tahun, aku kecanduan ini. Lumayan juga tingkat kecanduannya, dalam 1 hari aku bisa butuh pelampiasan 2-3 buah untuk mengatasi kecanduanku ini.

Kecanduan yg aku maksud adalah kecanduan nulis!nyengir Seperti yg anda2 ketahui, aku punya 2 blog yg cukup rajin aku isi, yakni side A dan side B (blog lainnya ada juga kok..3-4 blog lain, heheh..). Entah kenapa aku cukup kecanduan ngisi blog, kadang nulis (pemikiranku) sendiri kadang juga copy paste artikel dari email2 yg masuk ke inbox atau inspirasi dari manapun, heheh..

Salah satu efek kecanduan nulis ini, aku 'terpaksa' bergabung ke kampung, sebuah milis ngejunk yg (nyaris) tanpa aturan. Pokoknya posting posting dan posting. Tidak heran akhirnya aku menempati top poster, gara2 keasikan nulis.

Belakangan ini sih sudah berkurang kegiatan ngejunk di situ. Selain karena sibuk dg pekerjaan, sejak pertengahan 2007 lalu aku menerima tawaran untuk bergabung dengan Asia Blogging Network (ABN), sebuah grup blogging (errr..emangnya ada istilah itu ya?) yg dibuat oleh Budi Putra. Kegiatannya jelas, ngeblog en nulis juga, bedanya, kali ini aku dapat bayaran.

Di situ aku diminta menulis di beberapa kategori. Lumayan juga usaha yg mesti aku lakukan. Mencari inspirasi, mengumpulkan referensi2 (jika dibutuhkan), menuliskannya dalam wacana yg layak untuk dibaca dan dimuat, dan akhirnya dimuat.

Dengan kata lain, aku menjadi blogger part time. Di sela2 kesibukan dan kebosanan kerja rutin, ngeblog bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kejenuhan. Dan, alhamdulillah, aku dapat kesempatan ngeblog...dibayar pula.money eyes

Di samping menulis di ABN, aku terkadang diminta menulis juga di beberapa tempat, katakanlah di NetSains. Untuk NetSains, terus terang agak berat juga tugasnya karena aku mesti menulis artikel ttg sains/pengetahuan dg cara yg (lebih) mudah untuk dipahami masyarakat awam. 'Sialnya', hingga hari ini aku belum punya kontribusi yg cukup ok di Netsains, karena keterbatasan waktuku untuk melakukan riset dan mengirim artikel ke Netsains (sorry Mer, hehehe...).

Anda sendiri kecanduan menulis ga? Buatku, menulis, terutama menulis di blog lumayan bermanfaat lah. Setidaknya uneg2 dan buah pikiranku bisa tersalurkan. Masalah ada penghargaan atau rejeki atau duit atau apapun namanya, itu adalah efek samping buatku. Saat ini terus terang, duit bukan tujuan utamaku ngeblog. Tapi jika ada kegiatan ngeblog/nulis yg menghasilkan duit/income tambahan, aku tidak nolak kok, hehehe...

Meski mengalami kejadian 'menyebalkan' seperti ini, toh aku tidak kapok untuk ngeblog (menulis maksudnya). Pokoknya...tetep nulis euy!!

Posted on Thursday, March 27, 2008 by M Fahmi Aulia

No comments

Pagi (menjelang siang) ini aku baru tahu kalo situs Depkominfo sempat dideface. Agak terlambat memang, tapi sedikit banyak deface ini membuatku agak2 ketawa dan prihatin juga. Agak ketawa karena melihat bagaimana tampilan Depkominfo menjadi 'hancur lebur' dengan tampilan 'barunya'.

Sempat ngakak juga jika melihat komentar sang pakar. Tapi melihat tampilan situs Depkominfo yg dideface, tidak heran sang pakar sedemikian 'ngamuknya'

Prihatin karena yaaa...begitulah, terlalu reaktif, meski tepat sasaran juga...arahnya ke Depkominfo, hehehe..ketawa iblis

Free Image Hosting at www.ImageShack.usSekarang, situsnya sudah normal. Jika yg tidak sempat melihat situs dideface, klik saja gambar di kanan ini.

Sudah dulu...lebih baik makan siang ah..
ps: sebelumnya Pos Kota yg dideface.

Posted on Thursday, March 27, 2008 by M Fahmi Aulia

1 comment

3/26/2008

Bagi para motoris, mencuci motor merupakan salah satu hal yg bisa dikatakan sangat keramat. Bahkan ada motoris yg mengatakan (aku lupa baca di mana) bahwa bagi motoris, terutama yg sudah berkeluarga, mencuci motor ibarat memandikan anak sendiri.ayolaahh..

Aku sendiri menganggap hal itu sebagai hal yg terlalu berlebihan. Masa motor disamakan dg anak? Nanti seperti Honda, menganggap motor seperti manusia.

Oleh karena aku tidak berpikir 'ngaco' seperti itu, untuk mencuci si Red Banzai aku lebih percayakan pada tempat2 mencuci motor yg banyak bertebaran di Jakata. Kebetulan di dekat rumah juga ada, hanya 5 menit perjalanan dari rumah, akan ditemukan sebuah tempat cuci motor (dan mobil) yg cukup ok.

Ke-oke-annya dikarenakan hasil cuci cukup baik, nilai 8 deh. Selain mereka membersihkan tempat2 yg bisa jadi terlewatkan bila mencuci sendiri, tempat cuci motor itu dilengkapi dg teknologi shower. Halah...shower dari hongkong...!! Padahal cuma semprot busa sabun berwarna putih, tapi dibilang sebagai shower. Namanya juga marketing, usaha yg halal2 toh boleh saja dilakukan...heheh..

Lama pencucian Red Banzai pada umumnya sekitar 1 jam. Untungnya disediakan majalah2, meski edisi lama, tapi lumayan untuk membunuh waktu. Terkadang, jika aku ingin si Red Banzai dicuci di malam hari, dari tempat kerja aku langsung ke lokasi. Dan selama 1 jam aku bisa buka laptop, ngetik ini itu.

Dengan tarif 6000 perak, meski di beberapa tempat ada yg masih menawarkan harga 5000 tapi tanpa teknologi shower, aku lebih nyaman dan lebih memilih layanan cuci motor seperti ini. Selain tidak stres dan tidak ribet menyiapkan peralatan cuci, dg mempercayakan layanan cuci motor berarti kita membuka lowongan kerja.nyengir

Kekurangannya hanya satu. Jika dalam kondisi Jakarta yg sering hujan, mengeluarkan Rp 6000/cuci lumayan juga, terutama jika kita ingin motor selalu bersih. Bisa2 tiap hari keluar Rp 6000 dah, sehingga sebulan bisa 'tekor' Rp 180 rebu, hahaha...ngakak

Anda sendiri mencuci motor di rumah atau di tempat cuci motor juga?

Posted on Wednesday, March 26, 2008 by M Fahmi Aulia

2 comments

3/25/2008

Setelah sekian lama menghilang, acara Perspektif, yg dikomandani oleh Wimar Witoelar, muncul sejak hari Senin lalu. Kemunculan kali ini di stasiun tv *AnTV, jam 6 pagi. YAK...JAM ENAM PAGI!!

Aku 'agak' terheran-heran saja melihat Perspektif muncul di *AnTV, yg setauku masih dimiliki oleh keluarga Bakrie. Keheranannya yaaa...jika nanti WW nyindir Bakrie ttg lumpur Lapindo, apakah Perspektif akan dibiarkan hidup dan mejeng di *AnTV? Atau akan bernasib sama seperti tempo hari, usai nyindir Sutiyoso dan Foke, langsung ditendang dari Jak-TV?

Atau malah WW ga berani untuk nyindir2 Bakrie family?siyul2 Untuk menjawab pertanyaan di atas, gunakan quote yg 'pas'
TIME WILL TELL™

laughing

Posted on Tuesday, March 25, 2008 by M Fahmi Aulia

3 comments

Menyambung artikelku sebelumnya, di artikel ini aku hendak protes juga mengenai keberadaan idola2an itu. Di artikel ini, protes yg aku lakukan adalah 'keseragaman' definisi idola yg dilakukan oleh mayoritas stasiun televisi.

Jika diperhatikan dengan seksama, kita bisa melihat bahwa mayoritas stasiun televisi sepakat bahwa IDOLA ~ PENYANYI! Tidak heran jika semua acara yg berbau pemilihan idola, para pesertanya selalu menyanyi, menyanyi, dan menyanyi.cape deeehhh...!

Apabila dipikir dengan seksama, pengerdilan arti idola ini memang dirasakan sangatlah keterlaluan. Hal ini bisa dimaklumi, karena idola hanya dihargai dari suaranya. Padahal, banyak tokoh lain yg lebih layak dijadikan idola daripada penyanyi2 (maaf) karbitan seperti itu.siyul2

Kapan ya, masyarakat Indonesia bisa lebih cerdas lagi? Tidak hanya dalam menonton acara televisi, film2 nasional, tapi juga dalam menentukan dan memilih idola.

Maaf, artikel ini bukan berarti aku meremehkan penyanyi...

Posted on Tuesday, March 25, 2008 by M Fahmi Aulia

No comments

3/24/2008

Meteorologi, ilmu 'tolol' yg pernah dilontarkan seseorang, ternyata tgl 23 Maret lalu memperingati hari jadinya. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengangkat tema "Observing Our Planet for Better Future", yang tujuannya memperkuat kembali kemampuan pemantauan terhadap cuaca dan iklim demi perbaikan kualitas kehidupan pada masa datang.

BMG Indonesia sendiri menyelenggarakan pameran produk2 BMG dan sertifikasi alat ukur BMG. Selain itu, sebuah pusat pemantauan siklon (badai) tropis juga diresmikan.

Selamat hari jadi Meteorologi! Kamu tetap berguna kok...meski ada yg (pernah) mengecam habis2an, hehehe..

Posted on Monday, March 24, 2008 by M Fahmi Aulia

3 comments

Artikel ini dimulai dari kisah 2 minggu lalu. Bermula dari email Eko Juniarto, yg isinya ada seorang kenalannya yg mencari orang/blogger untuk menjadi pembicara talkshow dalam sebuah acara yg diadakan sebuah sekolah. Isi lengkap emailnya adalah sebagai berikut:
Mas Eko...mau ganggu, ada ngga temen2 blogger atau Mas Eko sendiri yang bisa kasih pencerahan dalam bentuk talk show dalam acara IT expo di SMP Lab Schools rawamnagun sabtu 8 maret jam 13.00. Maap mendadak banget, soalnya temen yg awalnya telah dijadwalkan berhalangan karena ada anggota keluarganya yg sakit...

Tema yg dibicarakan....apa itu blog
How to nya blog deh pokoknya

Amil Luthfi™
axxxxxxxxxxx@cbn.net.id
YM : axxxxxxxxxxxxxx_lxxxxxxxxxxxxxxx

Hmmm...menjadi pembicara talkshow, mengapa tidak? Tantangan baru yg cukup menantangku nih! *setelah sebelumnya pernah menjadi pembicara di talkshow Netsains, kenapa acara ini tidak 'disikat' juga?*xixixi.. Setelah aku kontak Eko untuk konfirmasi, dia menyarankan aku untuk menghubungi langsung temannya itu. Tidak menunggu lama, aku email mas
Amil (katakanlah begitu).

Beberapa saat kemudian, handphoneku berbunyi. Hmmm...dari nomor +6221*255964 (nomor 'sedikit' disamarkan). Ketika aku angkat, ternyata dari mas Amil, yg hendak mengkonfirmasikan kesediaanku untuk menjadi pembicaranelpon dulu ya!. Obrolan singkat sempat kami lakukan mengenai 'kisi2' materi yg mesti aku bawakan. Mas
Amil menyatakan bahwa semula pengisi acara ini adalah beberapa blogger juga, diantaranya, yg mengejutkanku (halah..) adalah Budi Putra dan beberapa nama yg aku pernah dengar. Namun karena mereka ada kesibukan lain (beberapa diantaranya acara mendadak), mereka tidak bisa hadir.

Mas
Amil juga sempat menanyakan berapa honor yg aku minta. Aku sebut saja satu nominal, yg aku pikir cukup proporsional. Aku berani sebutkan nominal tersebut, karena aku pernah menjadi pembicara juga dalam sebuah acara talkshow juga, dan honor yg aku terima yaaa..tidak jauh dari honor yg aku sebutkan. Mas Amil sendiri menyetujui nominal tersebut dan akan memberitahukan/menindaklanjuti hal ini ke temannya (jika tidak salah, temannya ini yg menjadi panitia inti).

Walhasil, aku begadang semalaman untuk menyiapkan materi presentasi. Tidak terlalu sulit mencari serta menyiapkan materi presentasi untuk acara tgl 8, karena bahan2nya sudah kami sepakati, selain memang sudah menjadi 'makanan' sehari2 bagiku yg menjadi blogger ini.cool

Namun, keanehan mulai terjadi sejak Jum'at sore. Beberapa kali aku sms mas
Amil, untuk konfirmasi acara, tidak ada balasan. Aku coba telp juga, sama saja, tidak ada respon. Aku berusaha berpikir positif saja, barangkali mas Amil sedang sibuk sehingga tidak sempat mengontak balik aku.

Akan tetapi, keanehan ini berlanjut hingga hari Sabtu. Sms konfirmasi aku kirim jam 10 pagi. Isinya simpel saja,"Mas, konfirm jam 1 ya? Trims". Namun hingga aku bersiap berangkat, 15 menit usai sms itu aku kirim, masih tidak ada sms balasan dari si mas Amil ini.

Sebenarnya Wify sudah melarangku untuk berangkat. Selain karena cuaca Jakarta sedang kurang ok, hujan sedang turun di daerah tempat tinggal, Wify merasa ga sreg karena tidak ada konfirmasi balik.

Hingga saat itu, aku masih tidak berpikir jelek. Yg ada dalam benakku, aku harus bersikap profesional dan mesti berangkat lebih awal agar tidak terlambat memulai acara. Jadi, sekitar jam 10.15 WIB, aku berangkat ke daerah Rawamangun, padahal acara baru dimulai jam 1 siang.

Perjalanan ke Rawamangun cukup berat karena hujan ternyata turun di jalanan yg aku lalui. Tidak terlalu deras memang, tapi bweeehhh...lumayan juga bo! Setidaknya membuat pakaianku cukup basah. Akhirnya aku gunakan setelan jas hujan, sebelum badanku bertambah basah.

Akhirnya jam 11 siang aku sampai. Lama? Emang...soalnya aku tidak terlalu hapal dengan rute perjalanan ke Rawamangun. Tapi, alhamdulillah, akhirnya sampai juga.

Segera aku masuk ke sekolah (Lab School) tersebut, mencari-cari panitia expo. Namun aku tidak temukan seorangpun panitia. Pencarian aku lakukan di bagian depan sekolah karena terus terang aku sungkan untuk langsung masuk, selain itu aku berusaha menghindari hal2 yg tidak diinginkan seperti adanya kejaran dari fans satpam sekolah karena tindakanku yg mungkin mencurigakan.ngakak

Aku telpon mas
Amil berulangkali, tapi tidak ada respon juga. Tidak diangkat serta inbox malah yg 'menghampiriku'. SMS juga tidak ada balasan.

Akhirnya untuk membunuh waktu, aku buka laptop dan mencek ulang materi. Bosan mencek materi, aku lihat jam...wah, sudah jam 12 siang, dan MASIH TIDAK ADA KONFIRMASI DARI MAS AMIL.mikir2

Aku coba telp lagi, dan kali ini berhasil masuk dan diterima si mas
Amil. Aku beritahukan ke dia, bahwa aku sudah tiba di sekolah dan menunggu 2 jam tapi belum ada konfirmasi. Jawabannya 'singkat' saja,"Ok, nanti saya konfirm ke teman panitia." lalu handphonenya diputus.

Perasaanku mulai tidak enak, tapi tetap saja berusaha + thinking. Akhirnya jam 1 siang tiba...DAN TIDAK ADA KONFIRMASI ATAU APAPUN YG DATANG KEPADAKU!!marah

Aku masih berusaha sabar menunggu konfirmasi, namun akhirnya jam 1.15 WIB siang aku putuskan untuk pulang. Sebelum pulang, aku sms lagi mas
Amil,"Mas, saya sudah tunggu sampai jam 1.15, karena tdk ada kejelasan dan konfirmasi kepastian, saya pamit saja. Trims untuk waktunya."

"Trims untuk waktunya." mungkin kalimat yg terdengar aneh bagi anda, kenapa aku mesti berterima kasih? Sebenarnya, itu adalah KALIMAT SINDIRAN kepada mas
Amil, yg sudah membuang2 waktuku. Aku SENGAJA tuliskan itu, untuk mengetahui respon si mas Amil (dan panitia Lab School).

Ternyata sms-ku itu dibalas HAMPIR 2 JAM KEMUDIAN! Jam 2.49 siang, baru ada sms masuk dari mas Amil. Isinya singkat juga,"Oke acaranya juga mulai sepi"

Ok...ok...DARAHKU LANGSUNG MENDIDIH!!marah Buset nih orang (dan panitia), benar2 TIDAK TAHU MALU DAN ETIKA! Sudah mengundang orang untuk menjadi pembicara, tapi tidak diberi kejelasan/konfirmasi, susah dihubungi, dan yg terakhir, TIDAK PUNYA MALU, dg tidak minta maaf atau ucapan apapun!

Aku sudah tidak berminat untuk membalas sms-nya. Tidak perlu buang2 waktu lagi dg orang2 TIDAK JELAS dan TIDAK PUNYA ETIKA seperti itu. Tindakanku simpel saja, buat artikel ini dan publish di blogku.siyul2 Terlebih lagi, aku berusaha sabar selama 2 minggu ini untuk menunggu pernyataan dari mereka, namun tidak ada kabar sedikitpun. So, masuk ke bagian draft, perbaiki sedikit artikelnya di sini situ, lalu tekan publish. Dan biarkan anda yg menilai.siyul2

SELAMAT UNTUK MAS AMIL DAN PANITIA EXPO SEKOLAH LAB SCHOOL, ANDA LAYAK MENYANDANG GELAR SEBAGAI PANITIA YG PALING TIDAK BERTANGGUNG JAWAB DAN TIDAK PUNYA ETIKA YG PERNAH AKU TEMUI!tepuk tangan

*catatan: isi sms2 di atas adalah hasil ketik ulang, hehehe...*

Posted on Monday, March 24, 2008 by M Fahmi Aulia

14 comments

3/21/2008

Usai bencana (tragedi?) penerbangan yg bertubi-tubi, terakhir adalah kasus 'nyungsepnya' Adam Air di pelabuhan udara Hang Nadim (Batam), akhirnya mulai Kamis 20 Maret 2008, secara resmi perusahaan penerbangan Adam Air BERHENTI BEROPERASI.

Free Image Hosting at www.ImageShack.usIseng-iseng masuk ke situsnya di sini (mudah2an saat anda click, masih bisa melihat situsnya Adam Air, sebagai kenang2an, eheheh..), ternyata masih bisa diakses. Melihat-lihat tampilan situsnya, membuatku jadi 'iseng' meng-capture situsnya dan memberikan komen 'jahil'.

Dari beberapa informasi yg aku dapatkan, mudah2an tidak salah, penarikan diri para investor terlebih karena 'seramnya' mereka melihat angka kecelakaan yg terjadi. Ok, katakanlah pilot dan pramugarinya bertanggung jawab dan profesional, tapi jika kecelakaan sering terjadi, penumpang manapun bisa jadi gentar untuk menggunakan jasa Adam Air.

Semoga penghentian pengoperasian Adam Air ini bisa ditarik sebagai pelajaran oleh perusahaan penerbangan lain. Bagi para kru dan pilot Adam Air, semoga bisa mendapat pekerjaan yg lebih layak. Bagi para pemilik Adam Air, semoga jika membuat perusahaan penerbangan (lagi), kalian lebih peduli dg keselamatan penumpang serta kelaikan pesawatnya. Asal jangan pakai nama Hawa, menjadi Hawa Air, heheh..

Posted on Friday, March 21, 2008 by M Fahmi Aulia

No comments

Pagi ini, iseng2 aku masuk ke websitenya Pos Kota. Tapi kok tampilannya 'aneh' begini ya? Ternyata dideface oleh Swan. Halah...
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

Posted on Friday, March 21, 2008 by M Fahmi Aulia

No comments

3/20/2008

Video clip Mulan Jameela yg ini ada di bagian bawah.

kamu tipu aku lagi
mungkin sudah 1000 kali
tak tau kapan akan berakhir
sgala penyiksaan ini

kamu tampar aku lagi
dengan penyakit lamamu
semakin lama aku pun bisa
menjadi benar-benar gila

Reff:
aku bukan wonder womanmu
yang bisa terus menahan
rasa sakit karna mencintaimu
hatiku kini bukanlah hati
yang tercipta dari besi dan baja
hatiku kini bisa remuk dan hancur

kamu paksa aku
menerima cintamu lagi
dengan segala tingkah lakumu
yang membuatku bingung

kamu tahan aku
dengan memikatku lagi
kau pikir aku akan mencair
dengan rayuanmu

Posted on Thursday, March 20, 2008 by M Fahmi Aulia

No comments

Sekitar awal minggu ini, aku temukan sebuah fitur baru yg bisa dinikmati oleh para pemakai gmail (google mail). Fitur tersebut berguna untuk mengubah status user saat sedang login dengan gmail. Tentu saja, jika anda sudah menikah kemudian memasang status: JOMBLO di layanan ini, tidak serta merta anda menjadi single lagi statusnya.xixixi..

Free Image Hosting at www.ImageShack.us*merenung lagi...*
Ups...ternyata aku (sedikit) salah dalam menjelaskan fitur ini. Yang aku maksud baru di sini adalah adanya fitur: INVISIBLE serta integrasi dengan AIM (AOL Instant Messenger).

Fitur invisible diperlukan untuk menghindari kejaran para fans penagih hutang. Sementara untuk integrasi dg AIM, aku belum pernah punya account AIM, jadi aku tidak bisa berkomentar banyak.

Salut untuk google, semoga kian hari kian bertambah layanannya.

Posted on Thursday, March 20, 2008 by M Fahmi Aulia

No comments

3/18/2008

Hingga saat ini, lebih kurang sudah 8 kali aku mendonorkan darah. Sayangnya, bukti donor darah, berupa kartu donor, tidak aku simpan dengan baik. Hampir tiap 2-3 kali donor, kartu donorku seringkali menghilang tanpa jejak. Walhasil, kartu donorku senantiasa 'baru', seakan-akan aku pertama kali mendonor.

Terus terang, aktivitas donor darah ini membuatku kecanduan. Jika dalam waktu lebih dari 6 bulan aku tidak donor, badanku jadi gimanaaaa gitu. Terasa kurang fit, singkatnya. Dan ini yg terjadi saat ini, sudah lebih dari 1 tahun aku tidak mendonorkan darah. Padahal setahun terakhir ini, berat badanku mengalami kenaikan yg cukup signifikan. Sehingga sudah 'saatnya' aku mendonorkan sebagian darahku ini.

Kebetulan lokasi kerjaku sekarang di Mega Kuningan, dan mal Ambasador mengadakan acara donor darah selama 2 hari, 11-12 Maret 2008. So, aku tidak lewatkan kesempatan ini.

Aku berpartisipasi donor darah pd tgl 12 Maret, karena 11 Maret ada keperluan sehingga tidak bisa hadir (eh, emangnya sapa yg nanya? heheh...). Saat jam istirahat, usai makan siang aku langsung menuju meja pendaftaran. Hmmm...kok ada nomor 635? Oooo...ternyata aku mendapat nomor urut 635.

Wuihhhh...ternyata banyak juga pedonor yg ikut serta. Nah, ternyata di jaman yg sering disebut jaman egois, masih banyak orang Jakarta yg bersedia membantu sesamanya, dengan mendonorkan darah mereka. Dari angka tersebut, aku perkirakan lebih kurang 600 labu (kantung darah) sudah terkumpul. Lumayan deh menurutku, karena biasanya untuk mengumpulkan 100 labu saja sudah cukup sulit.

Usai mendaftar, seperti biasa dilakukan penimbangan badan dan pemeriksaan golongan darah. Pak Satpam dg 'seenaknya' mengatakan beratku 70 kg, padahal timbangan menunjukkan angka 73!! (Ya ALLOH....beratku sudah naik lagi!!!halahcemas)

Ngantrinya cukup lama dari mendaftar ke pemeriksaan golongan darah. Hampir 15 menit. Lalu usai dicek golongan darah, aku pindah ke meja sebelah untuk pemeriksaan tekanan darah. Oya, di acara donor ini, ternyata ada bintang tamu yg diundang untuk memeriahkan. Bintang tamunya adalah grup musik. Aku tidak terlalu hapal grup musik apa saja, yg aku ingat hanya 1 grup musik WALI. Selain itu, ada juga beberapa kuis yg dilontarkan mc kepada para pengunjung mal. So, acara donor darah bener2 meriah...!! *lha wong acaranya juga di mal, mana mungkin ga meriah...*ayolaaahh...

Akhirnya aku mendapat tempat tidur kosong, yg ditunjukkan oleh satpam. Sangat pas sekali, karena posisinya menempatkan tangan kiriku tepat untuk 'disedot' darahnya. Tanpa ba bi bu, aku langsung tiduran, menjulurkan tangan kiri, dan mulai membiarkan mbak dari PMI memegang2 tanganku untuk mencari lokasi nadi darahku.

Oya, si mbak ini galak banget!! Soalnya ketika aku perhatikan si mbak kesulitan menemukan nadi, aku beritahukan bahwa nadinya ada di samping, dia malah menjawab,"Saya sedang cari..!!" Hwalahh...mbak...mbak...kalo galak2, ntar para peserta donor darah pada kabur lho!!siyul2

Usai mencari2, akhirnya ditemukan juga urat darahnya, dan josssss...jarum segede gaban (ini sih hanya hiperbola saja..) masuk ke dalam urat darahku dan darah mulai mengucur dengan deras ke dalam kantung darah. Saat aku sedang 'dihisap', ada ibu2 dari PMI datang dan mencandaiku, "Wah, pasiennya tidur gara2 dengerin musik nih...!" Candaan ini dilontarkan gara2 si ibu mengira aku tertidur, padahal mataku MEMANG SIPIT...BUKAN KARENA NGANTUK!!halah.. Aku hanya tertawa saja mendengar komentar ibu.

Tidak butuh lama untuk membuat kantung darah penuh. Sekitar 15 menit, penuh sudah kantung darah. Dan si mbak, dg sigap, langsung menggunting selang, menggulung kantung darah, dan mencabut jarum dari tanganku. Lalu, dg agak kasar, si mbak mengoleskan kapas beralkohol dan menyuruhku menekan kapas yg diletakkan di atas lukaku. Tujuannya jelas, agar pendarahan segera berhenti. *hahah..pendarahan..kesannya aku mau melahirkan, hahhaha..*

Kayanya si mbak PMI ini sudah cape, karena baru kali ini aku mendapat seorang petugas PMI yg agak2 kasar dan uring2an serta ketus. Cape ya mbak? Resiko kerjaan ateuuuhhh...tapi yaaaaa jangan ngambek gitu donk. Ucapan terima kasihku kayanya dicuekin.geleng2 saja

Aku segera menuju sebuah lokasi untuk menukar kuponku dengan bingkisan. Hmmm...asiiik...donor darah malah dapat bingkisan!!horeee... Hmmm...apa saja yaaa isinya? Nanti saja aku buka deh. Sekarang saatnya makan hidangan 'wajib' yg disediakan PMI, yakni indomie rebus dan susu coklat.ngiler

Ternyata ada petugas yg akan mengantarkan indomie rebus dan susu coklat, aku diminta mereka untuk duduk saja di meja, menunggu hidangan datang. So, aku segera menuju ujung meja, untuk duduk.

Ketika meletakkan bingkisan di atas meja, tidak sengaja pandanganku tertuju pada tangan kiriku, tempat penghisapan darah dilakukan. Dan....YA ALLOH...darah segar mengalir dg cukup deras dari lubang bekas darah ditransfer!!! Sayang sekali aku tidak sempat mengambil skrinsut aliran darah yg mengalir, karena seorang petugas segera menghampiriku dan membimbingku. Mungkin yg bersangkutan mengira aku akan pingsan melihat darah mengalir.

Terus terang, saat itu aku langsung teringat dengan pengalaman donor darahku, saat ada pak Yogi yg pingsan usai melihat darah muncrat dari bekas donor, PERSIS SEPERTI YG AKU ALAMI!! Untungnya, aku tidak pingsan karena terus terang (alhamdulillah) aku terbiasa melihat darah, terutama ini darahku sendiri.

Aku sendiri berpikir cukup tenang, hanya sedikit kaget ketika melihat darahku mengalir, eh, mengucur. Sesaat sebelum ada petugas yg membimbingku, aku sempat memperhatikan bahwa tensoplast yg menutup luka bekas donor TIDAK RAPAT!! Ternyata si MBAK PETUGAS PMI BERBUAT CEROBOH!!whew!

Darah yg mengucur, sekali lagi, cukup deras. Mirip dg kondisi darah yg mengucur dari leher ayam yg baru dipotong...errr...tapi ga sederas itu sih, heheh..

Aku dibimbing oleh petugas PMI kembali ke tempat tidur. Kali ini mbak (atau ibu ya?) berjilbab yg menanganiku. Nah, kali ini petugasnya cukup telaten dan sabar. Dia bersihkan darah yg mengucur, kemudian dia olesi tanganku dengan kapas beralkohol, membersihkan bekas darah. Kemudian dia berulangkali membersihkan luka bekas donor, sebelum akhirnya dia memasang lagi tensoplast. Kali ini dia memasang dg 'pas', setelah sebelumnya dia memperhatikan lubang bekas jarum. Tentu saja, agar tidak ada lagi kebocoran untuk kali keduanya.

Usai dibersihkan, aku kembali ke meja. Rupanya mejanya sudah ditutup dg tissue yg cukup banyak. Hal ini bisa dimaklumi, karena seperti aku sebut di atas, darah yg mengucur cukup deras.

Tanpa menghiraukan bekas darahku di atas meja, aku langsung menyantap mie rebus dan susu coklat. Seraya makan, aku berpikir bahwa aku cukup beruntung tidak shock saat melihat darahku mengucur tadi. Setidaknya, jika shock maka akan muncul rasa panik dan ujungnya bisa seperti kasus pak Yogi.

Selesai menghabiskan makanan, aku kembali ke client. Diiringi ucapan terima kasih dari petugas PMI, aku segera keluar dari mal Ambassador seraya 'bersiaga' agar jangan sampai terjadi kebocoran lagi.

Saat tiba di client, aku segera melihat apa isi bungkusan yg aku dapatkan. Ok...mari kita perhatikan. Pertama...majalah. Tapi, tunggu...KOK AKU DAPAT MAJALAH WANITA? ASEMMM...!!!d'oh Berikutnya...PEMBALUT WANITA!!! YA ALLOH...AMPYUUUNN DIYEEEHHH....MASA NGASIH BINGKISAN KOK NDAK DILIHAT JENIS KELAMINNYA YA?!geleng2 kepala Item berikutnya, PIN BIRU...hmm...it's ok. Kemudian ballpoint, UC 1000, MINYAK TELON (wah..cocok buat si little I, heheh..), dan terakhir madu Joybee.

Secara keseluruhan, isi bingkisan tidak buruk, kecuali 2 benda 'perempuan' yg nyasar. Dan ternyata pemberi bingkisannya memang agak error, tidak mencek antara isi bingkisan dan penerima. Hal ini aku yakini, karena ada teman kerja, perempuan, mereka malah dapat majalah tentang Formula 1!ngakak

So, ini adalah akhir cerita dari tragedi donor darah. Benar2 kejadian yg tidak terlupakan. Kocak, sebal, kesal, lucu (aneh ya, masa darah ngucur dibilang lucu?) semuanya bercampur jadi satu.

Lalu, apakah aku kapok untuk donor darah? Insya ALLOH tidak...setidaknya 3 bulan mendatang, jika sesuai jadwal, akan dilakukan lagi donor darah di mal Ambassador. Jika tidak ada halangan aku akan hadir.

Sampai jumpa...!!

Posted on Tuesday, March 18, 2008 by M Fahmi Aulia

8 comments